Pencarian

Wali Kota Batam Amsakar Lantik Pengurus KBKK 2026-2031, Sampaikan Empat Arahan dan Filosofi Pohon

Senin, 06 Juli 2026 • 17:43:31 WIB
Wali Kota Batam Amsakar Lantik Pengurus KBKK 2026-2031, Sampaikan Empat Arahan dan Filosofi Pohon
Wali Kota Batam Amsakar Achmad melantik pengurus KBKK periode 2026-2031 di Ballroom Hotel Golden View, Bengkong.

BATAM — Suasana khidmat mengiringi pelantikan pengurus baru Keluarga Besar Kabupaten Kampar (KBKK) Kota Batam periode 2026-2031 di Ballroom Hotel Golden View, Bengkong, Sabtu (4/7/2026) malam. Ratusan tokoh masyarakat, sesepuh, dan perantau asal Kampar yang telah lama menetap di Batam menjadi saksi prosesi tersebut.

Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, yang hadir langsung memberikan sambutan sekaligus meresmikan kepengurusan baru. Dalam pidatonya, ia menyampaikan empat arahan penting yang menjadi catatan bagi jajaran pengurus ke depan.

Arahan Pertama: Jaga Solidaritas di Tengah Dinamika Politik

“Jaga solidaritas internal. Jauhkan diri dari polarisasi,” ujar Amsakar membuka rangkaian pesannya. Ia mengingatkan bahwa perbedaan pandangan kerap muncul, terutama menjelang dinamika politik. Kekompakan, menurutnya, menjadi modal utama bagi sebuah organisasi untuk berkembang.

Filosofi Pohon: Pucuk, Akar, dan Rindang

Pesan kedua dibalut dengan filosofi kepemimpinan yang unik. Amsakar mengibaratkan pemimpin seperti pohon. “Ke atas harus berpucuk, ke bawah harus mengakar, rindang sebagai tempat berteduh, dahannya kuat tempat bergantung,” katanya. Ia berharap para pemimpin KBKK memiliki visi yang jelas, namun tetap membumi dan menjadi pelindung bagi anggota.

“Pemimpin yang baru harus merangkul, bukan membelah. Rangkul semua elemen, termasuk para senior dan tokoh masyarakat. Jangan terjebak dalam disinformasi atau isu-isu kontraproduktif di media sosial,” tegas Amsakar dengan nada lugas.

Paradigma Baru: Orang Batam yang Berasal dari Kampar

Arahan ketiga menyentuh soal identitas. Amsakar mendorong warga Kampar di Batam untuk membangun cara pandang baru. “Tanamkan prinsip sebagai ‘orang Batam yang berasal dari Kampar’,” ujarnya. Menurutnya, semangat ini akan memperkuat rasa memiliki terhadap Kota Batam tanpa menghilangkan ikatan emosional dengan kampung halaman. Dengan paradigma itu, ia yakin masyarakat akan lebih aktif berpartisipasi dalam pembangunan Batam, tempat mereka bekerja dan membesarkan keluarga.

Manajemen Waktu dan Skala Prioritas

Terakhir, Amsakar menyindir soal manajemen waktu. Ia sadar seorang pemimpin memiliki mobilitas tinggi. “Tidak semua komunikasi bisa direspons secara langsung,” katanya. Karena itu, ia meminta para pengurus menyusun program kerja secara terukur dan mampu menentukan skala prioritas agar organisasi berjalan efektif.

Dalam kesempatan itu, Amsakar juga memberikan apresiasi setinggi-tingginya. Ia menilai masyarakat Batam asal Kampar memiliki kemandirian dan semangat juang yang tinggi. Kontribusi nyata mereka selama ini dinilai turut mendukung pembangunan Kota Batam.

Prosesi pengukuhan berlangsung lancar dan penuh kehangatan. Antusiasme peserta terlihat jelas, mencerminkan harapan besar agar KBKK semakin berperan dalam mempererat persaudaraan, sekaligus menjadi mitra strategis Pemerintah Kota Batam ke depan.

Bagikan
Sumber: kepripedia.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks