TANJUNGPINANG — Dua inovasi digital sekaligus disiapkan Pemerintah Kota Tanjungpinang untuk memperbaiki tata kelola pajak dan pelayanan publik. Sistem QRESTO atau Quick Response Electronic Splitting System for Tax Optimization akan menjadi tulang punggung baru pembayaran pajak daerah, sementara Kartu Berbenah dirancang sebagai pintu masuk data warga yang terintegrasi dengan perbankan.
Mengapa QRESTO Dianggap Mendesak?
Wali Kota Tanjungpinang Lis Darmansyah mengakui sistem pembayaran pajak yang berjalan selama ini masih menyisakan celah kebocoran dan kesalahan hitung setoran. Dengan QRESTO yang terhubung langsung ke sistem perbankan, setiap transaksi wajib pajak akan terpantau secara real-time.
“Selama ini, sistem pembayaran pajak di Kota Tanjungpinang selalu terjadi kebocoran dan salah perhitungan. Maka dengan penerapan sistem QRESTO dan bekerja sama dengan perbankan, akan meminimalisir terjadinya kebocoran atau manipulasi setoran bagi wajib pajak, dan dapat meningkatkan PAD di Kota Tanjungpinang,” kata Lis.
Kartu Berbenah: Satu Kartu untuk Banyak Urusan
Tak hanya urusan pajak, pemkot juga meluncurkan Kartu Berbenah. Kartu ini tidak sekadar identitas digital warga, tetapi juga berfungsi sebagai kartu debit. Tujuannya, birokrasi pelayanan masyarakat bisa lebih sederhana karena data warga cukup tersimpan dalam satu entri tunggal.
Lis berharap Bank Indonesia terus memfasilitasi percepatan digitalisasi perpajakan dan UMKM agar program pemerintah lebih efektif. “Kami sangat berharap Bank Indonesia dapat memfasilitasi terkait digitalisasi perpajakan dan digitalisasi UMKM agar setiap program pemerintah daerah dapat sejalan, terprogram, dan bantuan sosial yang disalurkan lebih tepat sasaran,” ujarnya.
BI Kepri Berkomitmen Penuh
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kepri Rony Widijarto P menyambut positif rencana tersebut. Menurutnya, digitalisasi pembayaran pajak adalah langkah strategis untuk memudahkan masyarakat sekaligus menjaga kesehatan fiskal daerah.
“Kami akan mendukung dan siap untuk bersinergi serta kolaborasi atas rencana kebijakan Pemko Tanjungpinang untuk penerapan QRESTO bagi pelaku wajib pajak. Ini adalah program yang sangat positif agar masyarakat atau para wajib pajak mudah dalam membayar pajak, dan meminimalisir kebocoran pajak yang menjadi Pendapatan Asli Daerah,” kata Rony.
Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Digitalisasi
Selain urusan perpajakan, Bank Indonesia Kepri juga akan memperkuat kolaborasi dengan pemkot dalam mengembangkan UMKM dan menjaga stabilitas harga. Salah satu langkah konkretnya adalah peluncuran produk unggulan UMKM Kota Tanjungpinang pada momentum peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, 17 Agustus mendatang.
“Salah satu cara agar UMKM naik kelas adalah, akan kita dorong untuk digitalisasi UMKM dan berupaya untuk menjaga stabilitas harga. Nanti pada saat Upacara 17 Agustus, Bank Indonesia akan kolaborasi terkait launching produk UMKM unggulan Kota Tanjungpinang yang menurut kami sangat penting dengan pencanangan digitalisasi UMKM, untuk meningkatkan PAD,” tutur Rony.