BATAM — Kawasan DAS Baloi Indah tak lagi sekadar saluran air. Pemerintah Kota Batam mengubahnya menjadi ruang terbuka hijau yang bisa dimanfaatkan warga untuk bersantai atau berolahraga. Proyek ini menyasar dua masalah sekaligus: lingkungan dan sosial.
Dari Saluran Air Jadi Ruang Publik
Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, langsung memantau proses penataan setelah menanam pohon di lokasi, Selasa pagi. Ia memastikan bahwa kawasan ini akan dilengkapi lampu taman sehingga bisa digunakan dari sore hingga malam hari.
“Ke depan, kawasan ini bukan hanya berfungsi untuk mengurangi potensi banjir, tetapi juga menjadi tempat yang nyaman bagi masyarakat,” ujar Li Claudia dalam keterangannya.
Target: Hijau, Rapi, dan Terang
Pemerintah kota menargetkan penyelesaian proyek tahun ini. Sejumlah pohon rindang sudah disiapkan untuk ditanam di sepanjang area. Pencahayaan yang memadai juga dipasang agar warga merasa aman saat beraktivitas di sore hari.
“Warga Baloi nantinya bisa menikmati suasana sore bersama keluarga di taman yang hijau, bersih, dan tertata,” tambah Li Claudia.
Mengapa DAS Baloi Indah Dipilih?
Kawasan ini selama ini dikenal rawan genangan saat hujan deras. Dengan mengubah DAS menjadi taman, Pemkot Batam berharap daya serap tanah meningkat dan risiko banjir berkurang. Selain itu, warga sekitar yang selama ini kekurangan ruang terbuka hijau kini punya alternatif tempat berkumpul.
Proyek ini dikerjakan secara terintegrasi. Artinya, penataan fisik kawasan dilakukan bersamaan dengan penanaman pohon dan pemasangan infrastruktur pendukung. Pemerintah kota optimistis wajah baru DAS Baloi Indah bisa segera dinikmati publik.