KEPULAUAN RIAU — Kebakaran dilaporkan terjadi pada pukul 23.31 WIB. Hingga Kamis (9/7) pagi pukul 07.20 WIB, petugas masih berjibaku menjinakkan si jago merah. "Masih dalam pemadaman," tulis BPBD Kabupaten Tangerang dalam keterangan resminya.
Dua Wilayah Kerahkan Armada, Petugas Sempat Minta Bantuan Tambahan
Sebanyak delapan unit mobil pemadam dari pos-pos di Kabupaten Tangerang diterjunkan ke lokasi. Empat unit tambahan dikirim dari Kota Tangerang. Dalam sebuah rekaman video yang diterima redaksi, terdengar seorang petugas meminta unit cadangan dari Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin untuk segera meluncur ke pabrik tersebut.
"Untuk segera yang dari TKP Jatiwaringin bisa diluncurkan, segera luncurkan," ujar petugas tersebut dalam rekaman yang beredar. Permintaan itu mengindikasikan besarnya skala kebakaran yang menguasai area pabrik plastik, material yang dikenal mudah terbakar dan sulit dipadamkan jika apinya sudah membesar.
Lokasi Jauh dari Permukiman, Tapi Asap Tebal Mengganggu
Belum ada laporan resmi mengenai korban jiwa atau warga yang mengungsi akibat kejadian ini. Lokasi pabrik yang berada di kawasan industri relatif jauh dari permukiman padat penduduk. Meski demikian, asap tebal berwarna hitam membumbung tinggi dan terlihat dari jarak beberapa kilometer, memicu kekhawatiran warga sekitar akan dampak kesehatan dan pencemaran udara.
Kendala Pemadaman di Pabrik Plastik
Kebakaran di pabrik plastik kerap menjadi tantangan tersendiri bagi petugas pemadam. Material plastik yang terbakar menghasilkan suhu sangat tinggi dan asap beracun. Proses pemadaman tidak bisa hanya mengandalkan air, melainkan membutuhkan busa khusus (foam) untuk memutus pasokan oksigen pada api. Hingga berita ini diturunkan, BPBD Kabupaten Tangerang belum merilis penyebab pasti kebakaran dan estimasi kerugian material.
Peringatan Dini bagi Kawasan Industri
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi pengelola kawasan industri di sekitar Jakarta dan Banten akan pentingnya sistem proteksi kebakaran yang mumpuni. Ketersediaan hidran, alat pemadam api ringan (APAR), dan jalur evakuasi yang jelas menjadi standar mutlak yang harus dipenuhi. Sementara itu, proses pendinginan dan penyisiran lokasi diperkirakan masih akan berlangsung hingga beberapa jam ke depan untuk memastikan tidak ada titik api yang tersisa.