BATAM — Amsakar Achmad mengikuti seluruh rangkaian pendataan yang dilakukan petugas sensus di rumahnya. Ia menjawab setiap pertanyaan secara terbuka, mulai dari kondisi keluarga, riwayat pendidikan, tingkat pendapatan, pengeluaran rumah tangga, hingga profil usaha yang dijalankan.
Langkah ini menjadi sinyal bagi masyarakat bahwa Sensus Ekonomi bukan sekadar formalitas. Data yang terkumpul, menurut Amsakar, akan menjadi fondasi kebijakan pembangunan yang lebih presisi.
Data Valid Jadi Kunci Program Bantuan Tepat Sasaran
Dalam keterangannya, Amsakar menekankan bahwa hasil sensus sangat krusial bagi perencanaan ekonomi daerah. “Melalui data yang valid mengenai pendapatan, pengeluaran, dan sektor usaha masyarakat, Pemko Batam bersama instansi terkait dapat menyusun program pemberdayaan ekonomi dan bantuan yang lebih presisi serta efektif,” ujarnya.
Ia mencontohkan, data pendapatan rumah tangga yang akurat akan menentukan siapa yang benar-benar berhak menerima bantuan sosial atau modal usaha. Tanpa data jujur, program pemerintah berisiko salah sasaran.
Warga Diminta Tak Takut, Kerahasiaan Dijamin UU
Amsakar mengajak seluruh warga Kota Batam, pelaku usaha, dan pemangku kepentingan untuk berpartisipasi aktif. Ia meminta agar tidak ada yang ragu atau takut memberikan informasi kepada petugas.
“Jangan ragu atau takut, karena kerahasiaan data warga dijamin oleh undang-undang. Mari kita bersama-sama menyukseskan Sensus Ekonomi demi Batam yang lebih maju dan sejahtera,” katanya.
Pelaksanaan pendataan di kediaman Wali Kota berlangsung lancar. Partisipasi langsung Amsakar menjadi bentuk dukungan nyata Pemerintah Kota Batam terhadap pelaksanaan sensus yang kini tengah berjalan di berbagai kelurahan.
Petugas Himpun Data Usaha hingga Pengeluaran Harian
Dalam proses pendataan, petugas sensus tidak hanya mencatat profil usaha, tetapi juga menggali informasi detail tentang pola konsumsi rumah tangga. Data ini nantinya akan diolah untuk menggambarkan peta ekonomi riil masyarakat Batam, termasuk sektor informal yang kerap tidak tercatat.
Pemko Batam berharap partisipasi aktif warga bisa meningkatkan kualitas data yang masuk, sehingga kebijakan pembangunan ke depan benar-benar menyentuh kebutuhan lapangan.