TANJUNGPINANG — Dominasi Kota Batam di panggung Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Provinsi Kepulauan Riau kembali tak terbendung. Pada MTQ XII Kepri 2026 yang berlangsung di Taman Gurindam 12, Tanjungpinang, Batam sukses mengunci gelar juara umum untuk keenam kalinya secara beruntun.
Kepastian itu diumumkan Dewan Hakim yang dipimpin Prof. Dr. H. Said Agil Husin Al Munawar pada malam penutupan, Kamis (9/7/2026). Kafilah Batam mengoleksi total 347 poin, mengungguli kontingen dari sembilan kota/kabupaten lainnya di Kepulauan Riau.
Bukan Sekadar Keberuntungan, Ada Sistem Pembinaan
Wali Kota Batam, H. Amsakar Achmad, menegaskan capaian ini bukanlah hasil instan atau sekadar keberuntungan semata. Ia mengungkapkan, ada sistem pembinaan yang konsisten dan terstruktur di balik rentetan prestasi tersebut.
“Prestasi ini merupakan buah dari perjuangan luar biasa para qari, qariah, hafiz, hafizah, mufasir, dan mufasirah yang telah memberikan penampilan terbaik serta mengharumkan nama Kota Batam,” ujar Amsakar usai penutupan MTQ XII Kepri di Tanjungpinang.
Tiga Tahap Seleksi dan Penguatan Mental
Menurut Amsakar, setiap peserta yang memperkuat Kafilah Batam telah melalui proses seleksi sebanyak tiga tahapan. Setelah itu, mereka mendapatkan pembinaan teknis secara intensif, latihan rutin, serta penguatan mental agar siap bersaing di seluruh cabang perlombaan.
Ia menambahkan, pembinaan tidak dilakukan secara musiman atau hanya menjelang MTQ. Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kota Batam menjalankan program pembinaan secara berkesinambungan sepanjang tahun. Pola inilah yang menjadi fondasi utama menjaga kualitas para peserta dari tahun ke tahun.
Piala Tetap Tiga Tahun Berturut-Turut
“Alhamdulillah, capaian ini semakin mengukuhkan konsistensi Kota Batam di ajang STQ dan MTQ tingkat Provinsi Kepulauan Riau. Kami juga berhasil mempertahankan piala tetap selama tiga tahun berturut-turut,” kata Amsakar.
Keberhasilan ini, lanjutnya, merupakan hasil kerja bersama seluruh pihak. Mulai dari LPTQ Kota Batam, para pelatih, pembina, ofisial, pendamping, hingga seluruh anggota kafilah yang telah berjuang maksimal membawa nama baik daerah.
Apresiasi untuk Warga Batam
Di tengah euforia kemenangan, Amsakar menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada masyarakat Batam. Menurutnya, dukungan dan doa dari warga menjadi energi tambahan bagi para peserta selama berlomba di Tanjungpinang.
“Juara umum ini kami persembahkan untuk seluruh masyarakat Kota Batam. Terima kasih atas doa, dukungan, dan kepercayaan yang terus mengiringi perjuangan kafilah Batam,” tutupnya.