KEPULAUAN RIAU — Jakarta – Seorang veteran teknologi berusia 20 tahun, Caleb Hailey, meluncurkan aplikasi HyperTexting untuk iOS. Aplikasi ini dirancang untuk menyatukan pengalaman menjelajah web dengan kemudahan scrolling ala media sosial, tanpa campur tangan algoritma.
Mengapa HyperTexting Dibuat?
Hailey terinspirasi setelah melihat perubahan X (dulu Twitter) yang mulai menurunkan peringkat tautan dan beralih dari urutan kronologis. “Itu dulu tempat yang baik untuk menemukan dan berbagi hal, sebelum mereka mengejar pertumbuhan,” ujarnya kepada TechCrunch.
Di era pandemi, konsep doom scrolling membuat Hailey merasa cemas. Ia pun menghapus semua aplikasi sosial dari ponselnya dan kembali ke pembaca RSS lawas, NetNewsWire. Dari situlah ide HyperTexting lahir: menggabungkan kemudahan publikasi dengan pengalaman berlangganan (subscribe) yang sudah ada di RSS, namun dikemas dalam antarmuka yang lebih akrab bagi pengguna awam.
Cara Kerja: Feed Tanpa Algoritma
HyperTexting memanfaatkan protokol RSS di balik layar, tetapi tidak menyebutnya secara gamblang dalam pemasaran. Pengguna cukup mengikuti orang, situs berita, blog, atau newsletter. Konten dari sumber-sumber itu kemudian muncul dalam satu feed kronologis terbalik—sama seperti linimasa media sosial dulu.
Pengguna bisa membaca artikel tanpa iklan, mendengarkan podcast, dan berinteraksi dengan tombol follow, like, serta komentar. Bedanya, tidak ada algoritma yang menentukan konten mana yang harus dilihat lebih dulu.
Posting ke Website Sendiri Semudah Chat
Salah satu fitur unggulan adalah kemudahan mempublikasi. Pengguna bisa menautkan website pribadi—entah itu blog WordPress, newsletter Ghost, atau situs statis buatan Hugo—langsung dari aplikasi. Cukup tulis, kirim, dan postingan akan muncul di feed pengikut.
“Ini seperti viewer untuk diskursus yang sudah terjadi di web terbuka,” jelas Hailey. Dengan cara ini, pengguna tidak perlu lagi bergantung pada platform terpusat untuk menyuarakan pendapat.
Fitur Eksplorasi dan Ekstensi Safari
HyperTexting juga menyertakan bagian “Explore” yang menampilkan konten tren dari seluruh web—mirip fungsi Nuzzel di masa lalu. Selain itu, ekstensi Safari opsional memungkinkan pengguna menambahkan website baru ke feed HyperTexting saat berselancar.
Target Pengguna dan Ketersediaan
Aplikasi ini tersedia secara gratis di App Store untuk perangkat iOS. HyperTexting menyasar pengguna tech-savvy yang rindu era awal internet, di mana setiap orang memiliki domain sendiri dan bebas menerbitkan konten. Namun, antarmukanya yang mirip media sosial juga dirancang agar mudah digunakan oleh mereka yang baru mengenal istilah website dan RSS.
Dengan HyperTexting, Hailey berharap bisa mengembalikan janji awal internet: web yang terbuka, terdesentralisasi, dan milik semua orang.