Pencarian

SAR Natuna Gelar Latihan Penyelamatan di Air Selama Dua Hari, Personel Disiapkan Hadapi Kecelakaan Laut di Wilayah Perbatasan

Selasa, 14 Juli 2026 • 23:33:32 WIB
SAR Natuna Gelar Latihan Penyelamatan di Air Selama Dua Hari, Personel Disiapkan Hadapi Kecelakaan Laut di Wilayah Perbatasan
Personel SAR Natuna mengikuti latihan penyelamatan di air di kolam renang dan perairan Pulau Senoa, 14-15 Juli 2026.

NATUNA — Sebanyak 97 persen wilayah Natuna berupa perairan. Kondisi geografis itu membuat setiap panggilan darurat di laut menjadi pertaruhan waktu bagi personel SAR.

Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Natuna merespons tantangan tersebut dengan menggelar Latihan Satuan Pencarian dan Pertolongan di Air. Kegiatan berlangsung dua hari, 14-15 Juli 2026, di kolam renang dan perairan Pulau Senoa.

Latihan ini bukan sekadar agenda rutin. Setiap simulasi dirancang untuk menguji kemampuan teknis, ketangguhan mental, serta koordinasi antartim dalam situasi kritis.

Wilayah dengan Risiko Tinggi Kecelakaan Laut

Karakteristik Natuna dan Kepulauan Anambas disebut memiliki tantangan berbeda dibanding daerah lain. Jarak antarpulau yang berjauhan, cuaca yang cepat berubah, serta tingginya aktivitas pelayaran dan nelayan membuat potensi kecelakaan di laut selalu mengintai.

Kasubsie Siaga dan Operasi Kantor SAR Natuna, Budiman, mewakili Kepala Kantor SAR Natuna Abdul Rahman, mengatakan latihan menjadi bagian penting dalam meningkatkan kemampuan individu maupun kekompakan tim.

“Latihan ini merupakan bagian penting dari upaya kita bersama untuk meningkatkan kualitas kemampuan dan kesiapsiagaan, baik secara individu maupun sebagai satu kesatuan tim,” ujarnya saat membuka kegiatan.

Simulasi Penyelamatan di Pulau Senoa

Di perairan Pulau Senoa, para personel berlatih menghadapi berbagai skenario penyelamatan. Gerakan terukur, koordinasi cepat, dan disiplin menjadi napas dalam setiap tahapan latihan.

Menurut Budiman, kemampuan teknis saja tidak cukup. Ketangguhan mental, kondisi fisik, hingga kemampuan mengambil keputusan dalam situasi kritis menjadi bekal yang harus terus diasah.

Latihan ini juga menjadi sarana mengevaluasi prosedur operasi standar dan memperkuat soliditas tim. Semua dilakukan dengan satu tujuan: memastikan ketika keadaan darurat benar-benar terjadi, tidak ada ruang bagi keraguan.

Keselamatan Jadi Prioritas Utama

Budiman menegaskan, keselamatan tetap menjadi prioritas utama dalam setiap latihan maupun operasi. Kelalaian sekecil apa pun di laut dapat berakibat fatal.

“Keselamatan adalah tanggung jawab bersama. Dalam setiap operasi SAR di laut, sekecil apa pun kelalaian dapat berakibat fatal. Oleh karena itu, keberhasilan latihan tidak semata diukur dari capaian teknis, tetapi juga dari kemampuan kita menyelesaikan seluruh rangkaian kegiatan dengan aman dan selamat,” tegasnya.

Di wilayah perbatasan seperti Natuna, personel SAR menjadi harapan bagi nelayan yang mengalami musibah di tengah laut, awak kapal yang menghadapi keadaan darurat, hingga masyarakat pesisir yang bergantung pada keselamatan pelayaran.

Latihan ini sekaligus menjaga kepercayaan masyarakat bahwa ketika musibah datang, selalu ada tim yang siap berangkat kapan pun dibutuhkan.

Bagikan
Sumber: metroindonesia.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks