KEPULAUAN RIAU — Persebaya Surabaya resmi mengunci gelar juara Piala Presiden 2026 setelah menaklukkan Persib Bandung melalui drama adu penalti. Namun, Bernardo Tavares tidak memberi ruang bagi skuadnya untuk larut dalam euforia. Pelatih asal Portugal itu langsung mengidentifikasi dua pekerjaan rumah yang dinilai krusial sebelum kompetisi resmi dimulai.
Dua masalah tersebut adalah kontrol emosi pemain di lapangan dan konsentrasi saat menghadapi situasi bola mati. Tavares menilai kebiasaan pemainnya terlibat protes berlebihan kepada wasit berpotensi menjadi bumerang. Selain itu, kelengahan sepersekian detik ketika bola keluar lapisan belakang dianggap bisa membuka celah bagi lawan.
Kartu Kuning dan Protes Berlebihan Jadi Ancaman
Tavares secara spesifik menyoroti perilaku anak asuhnya yang terlalu emosional merespons keputusan wasit. Ia menegaskan kebiasaan tersebut hanya akan mendatangkan kartu kuning yang tidak perlu dan merugikan tim secara kolektif.
“Terkadang kita terlalu emosional dengan keputusan wasit, dan saya percaya jika kita terlalu emosional, kita akan mendapat banyak kartu kuning dan kita harus bisa mengontrol hal ini juga,” ujar Tavares, dikutip dari laman resmi I.League, Rabu (19/8/2026).
Bagi pelatih berusia 46 tahun itu, ketenangan bukan sekadar soal mental individu. Kontrol emosi merupakan bagian dari strategi agar Persebaya mampu tampil konsisten sepanjang musim, terutama di laga-laga ketat dengan tekanan tinggi.
Instruksi Keras: Jangan Membelakangi Bola
Selain masalah emosi, Tavares memberikan perhatian khusus pada detail teknis yang sering diabaikan. Ia meminta para pemainnya untuk tetap fokus dan tidak membelakangi bola, khususnya ketika lawan mendapat kesempatan melakukan lemparan ke dalam dengan cepat.
“Saat bola keluar, tetap fokus, jangan membelakangi bola karena lawan bisa melakukan lemparan ke dalam dengan cepat,” ungkapnya.
Instruksi ini menyasar lini pertahanan yang dianggap masih rapuh dalam situasi transisi. Tavares menilai kelengahan kecil seperti ini kerap menjadi awal mula terciptanya peluang bagi tim lawan.
TC Thailand Jadi Ujian Terakhir Sebelum Musim Baru
Persebaya telah menjalani laga uji coba melawan Penang FC pada 15 Agustus 2026. Setelah itu, tim langsung menggeber persiapan dengan menggelar pemusatan latihan di Thailand sebagai bagian dari persiapan akhir.
Program TC tersebut dirancang untuk membangun kondisi fisik, stamina, dan mental pemain. Meski para pemain sempat mendapat waktu istirahat setelah rangkaian pertandingan pramusim, Tavares menegaskan masa rehat itu akan dilanjutkan dengan program latihan intensif.
“Satu hal yang bisa saya katakan adalah mereka akan menjalani pemulihan, mendapatkan istirahat beberapa hari, dan setelah itu mari kita lihat siapa yang kondisinya baik untuk meningkatkan stamina, fisik, serta kondisi mental,” jelasnya.
Dengan persiapan fisik, taktik, dan mental yang lebih matang, Persebaya berharap gelar juara Piala Presiden 2026 tidak berhenti sebagai prestasi pramusim. Tavares ingin timnya mampu mempertahankan performa positif ketika Super League 2026/2027 bergulir.