KEPULAUAN RIAU — Laga pekan pertama Premier League ini berjalan sengit sejak menit awal. Anthony Elanga membawa Newcastle unggul cepat di menit kelima, memanfaatkan kesalahan umpan Ryan Gravenberch. Liverpool sempat menyamakan kedudukan lewat Cody Gakpo pada menit ke-55, namun Joe Willock kembali memimpin tuan rumah dua menit berselang.
Alisson dan Frimpong Jadi Titik Lemah Pertahanan
Kiper asal Brasil itu melakukan penyelamatan krusial untuk menggagalkan peluang William Osula di babak pertama. Namun, posisinya saat menghadapi penyelesaian Elanga dianggap keliru dan berujung gol pembuka Newcastle.
Jeremie Frimpong juga tampil di bawah standar. Bek sayap itu kesulitan mengimbangi kecepatan Harvey Barnes dan gagal memberikan kontribusi efektif saat membantu serangan. Virgil van Dijk belum menunjukkan dominasinya seperti biasanya dalam duel melawan Osula.
Kesalahan Gravenberch dan Penalti Penyelamat Szoboszlai
Gravenberch sempat memperlihatkan kemampuan membawa bola yang impresif di babak pertama. Namun, umpan salahnya menjadi penyebab gol pertama Newcastle dan performanya menurun seiring berjalannya laga.
Szoboszlai justru menjalani pertandingan yang sulit. Gelandang asal Hungaria itu kerap kehilangan posisi saat terlalu maju, membuat lini tengah Liverpool mudah ditembus. Meski begitu, ia menjadi pahlawan lewat eksekusi penalti pada menit ke-90+9 yang menyelamatkan The Reds dari kekalahan.
Gakpo dan Munoz Beri Harapan Baru di Lini Depan
Cody Gakpo menjadi pemain ofensif terbaik Liverpool. Ia terus mencari peluang dan akhirnya mencetak gol penyama lewat tembakan rendah dari luar kotak penalti. Sementara itu, Alexander Isak kesulitan berkembangan di bawah tekanan publik St James' Park.
Víctor Munoz justru menjadi pembeda setelah masuk pada menit ke-63. Kecepatan dan penetrasinya yang agresif membuka ruang pertahanan Newcastle, sekaligus menjadi aktor di balik hadiah penalti Liverpool di masa injury time. Performa ini membuatnya punya peluang besar untuk tampil sebagai starter di laga berikutnya.
Hasil imbang ini memberi sinyal bahwa Iraola masih perlu merombak beberapa lini sebelum menghadapi lawan yang lebih berat. Konsistensi pertahanan dan ketajaman lini tengah menjadi pekerjaan rumah utama yang harus segera dibereskan.