Pencarian

Lucid Air Sapphire Buktikan Diri Tercepat ke 200 mph, Hajar Corvette ZR1X dan McLaren 750S

Jumat, 21 Agustus 2026 • 02:06:01 WIB
Lucid Air Sapphire Buktikan Diri Tercepat ke 200 mph, Hajar Corvette ZR1X dan McLaren 750S
Lucid Air Sapphire menuntaskan uji 0–200–0 mph di landasan pacu sepanjang 2,2 mil di Kepulauan Riau.

KEPULAUAN RIAU — Car and Driver, media otomotif asal Amerika Serikat, baru saja merampungkan pengujian ekstrem yang jarang dilakukan: mengukur kemampuan mobil dari posisi diam hingga menyentuh kecepatan 200 mph (sekitar 322 km/jam) lalu kembali berhenti total. Uji ini digelar di landasan pacu sepanjang 2,2 mil dan hanya diikuti oleh kendaraan dengan tenaga di atas 700 hp.

Empat mobil memenuhi syarat untuk mengikuti tes ini. Selain Lucid Air Sapphire, Corvette ZR1X, dan McLaren 750S, ada juga Porsche 911 Turbo S yang gagal finis karena limiter elektronik menghentikan lajunya di angka 199,3 mph—meski spidometer menunjukkan 208 mph.

Rahasia Dominasi Lucid: Bukan Cuma Tenaga 1.234 hp

Hasil pengujian menunjukkan akselerasi dari 150 mph ke 200 mph menjadi fase paling berat bagi semua peserta. Dibutuhkan daya 2,4 kali lebih besar untuk melawan hambatan udara pada kecepatan itu dibandingkan saat melaju di 150 mph, dan delapan kali lebih besar dibandingkan saat di 100 mph.

Lucid Air Sapphire unggul telak karena kombinasi tenaga puncak 1.234 hp dan desain aerodinamis yang lebih licin. Mobil ini bahkan membutuhkan waktu lebih lama untuk menempuh rentang 150–200 mph dibandingkan akselerasi dari posisi diam hingga 150 mph. Namun, keunggulan aerodinamika tersebut membuat sedan listrik ini tiba di 200 mph lebih dari tujuh detik lebih cepat dari ZR1X dan 13 detik lebih cepat dari McLaren.

Menariknya, performa 0–200–0 mph Lucid Air Sapphire ini 1,7 detik lebih cepat dibandingkan waktu yang dibutuhkan Hyundai Ioniq 5 N untuk sekadar mencapai 150 mph dan kembali berhenti.

ZR1X Kalah Banyak di Awal, Menang Telak di Pengereman

Corvette ZR1X dengan sayap belakang raksasanya justru menghadapi "dinding aerodinamis" saat melewati 150 mph. Downforce besar yang dihasilkan sayap tersebut memang membantu stabilitas, tetapi menjadi hambatan besar saat mobil berusaha menembus kecepatan tertinggi.

Namun, di sektor pengereman, kedua mobil sport ini membuktikan superioritasnya. Baik Corvette maupun McLaren membutuhkan jarak lebih pendek untuk berhenti dari kecepatan 200 mph dibandingkan Lucid yang merupakan sedan besar. Keunggulan ini memang signifikan, tetapi tidak cukup untuk menutup defisit akselerasi yang sudah terlanjur besar. Lucid hanya butuh waktu kurang dari satu mil untuk menyelesaikan seluruh rangkaian 0–200–0 mph.

Pengujian ini menegaskan bahwa untuk menembus kecepatan 200 mph, tenaga besar saja tidak cukup. Aerodinamika menjadi faktor penentu yang memisahkan mobil-mobil dengan tenaga 700 hp lebih, sekaligus menunjukkan kesenjangan performa yang masih lebar antara mobil listrik premium dan supercar bermesin konvensional.

Follow kepriline.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: caranddriver.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks