Pencarian

Rupiah Menguat 0,21% ke Rp17.693 per Dolar AS, Terbaik dalam Sebulan

Sabtu, 22 Agustus 2026 • 10:53:02 WIB
Rupiah Menguat 0,21% ke Rp17.693 per Dolar AS, Terbaik dalam Sebulan
Rupiah menguat 0,21% ke level Rp17.693 per dolar AS pada perdagangan pagi ini, menurut data Investing.com pukul 10.10 WIB.

KEPULAUAN RIAU — Berdasarkan data Investing.com yang diambil pukul 10.10 WIB, mata uang Garuda terapresiasi 0,21% dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya di Rp17.731,1 per dolar AS. Pergerakan ini sekaligus memutus tren pelemahan yang membayangi rupiah dalam enam bulan terakhir.

Pada awal sesi, rupiah sempat menyentuh level tertinggi harian di Rp17.683,6 per dolar AS. Namun, volatilitas tetap terjadi sepanjang pagi, dengan level terendah tercatat di Rp17.783 per dolar AS sebelum akhirnya kembali menguat.

Rupiah Masih Tertekan dalam Jangka Menengah

Meski menguat hari ini, data historis menunjukkan rupiah masih berada dalam tren bearish. Dalam tiga bulan terakhir, mata uang Indonesia melemah 0,39% terhadap dolar AS. Pelemahan semakin dalam pada periode enam bulan yang mencapai 5,04% dan satu tahun sebesar 8,78%.

Bahkan dalam lima tahun terakhir, depresiasi rupiah tercatat sangat tajam, yakni 22,59%. Angka ini mencerminkan tekanan struktural yang dihadapi pasar keuangan Indonesia, mulai dari ketergantungan impor energi hingga arus modal asing yang keluar masuk pasar obligasi dan saham.

Sentimen Positif Jangka Pendek Menopang Penguatan

Penguatan pagi ini terjadi meski tidak ada katalis domestik baru yang signifikan. Pelaku pasar tampaknya melakukan aksi ambil untung atas posisi dolar yang sudah terlalu tinggi, sekaligus merespons pergerakan indeks dolar global yang sedikit melemah di pasar Asia.

Data Investing.com juga mencatat perbaikan kinerja rupiah dalam sepekan terakhir, dengan penguatan 0,62%. Dalam sebulan, apresiasi mencapai 0,95%, menandakan ada tekanan beli rupiah yang mulai mengumpul di level psikologis Rp17.700-an.

Level Psikologis Rp17.700 Menjadi Medan Pertempuran

Pergerakan rupiah hari ini menunjukkan bahwa level Rp17.700 per dolar AS menjadi area pertempuran utama antara permintaan dolar korporasi dan pasokan dari eksportir. Rentang perdagangan yang cukup lebar, mencapai Rp100 per dolar AS, mengindikasikan likuiditas yang tipis dan posisi spekulatif yang masih besar.

Bagi importir, penguatan tipis ini memberi sedikit ruang napas untuk biaya bahan baku. Namun bagi eksportir, posisi rupiah yang masih lemah justru menguntungkan dari sisi penerimaan ekspor. Pasar masih menanti data cadangan devisa dan kebijakan Bank Indonesia selanjutnya untuk menentukan arah pergerakan yang lebih jelas.

Investasi mengandung risiko.

Follow kepriline.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: listrikindonesia.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks