Pencarian

Batam Darurat Mangrove: Amsakar dan Mahasiswa Tanam 2.000 Bibit

Minggu, 10 Mei 2026 • 13:54:34 WIB
Batam Darurat Mangrove: Amsakar dan Mahasiswa Tanam 2.000 Bibit
Wali Kota Batam Amsakar Achmad dan mahasiswa menanam 2.000 bibit mangrove di Tanjung Bemban.

BATAM — Pemulihan ekosistem pesisir Kota Batam terus digenjot di tengah masifnya pembangunan infrastruktur dan industri. Sebanyak 2.000 bibit Rhizophora mucronata tertanam di kawasan Tanjung Bemban untuk menahan laju abrasi sekaligus menjaga keseimbangan ekologi wilayah kepulauan.

Kondisi Kritis: Luas Mangrove Batam Menyusut Tajam

Kondisi hutan mangrove di Batam saat ini berada pada tahap mengkhawatirkan. Ketua Panitia Pelaksana, Yasri Efendi, mengungkapkan data penyusutan tutupan mangrove yang merosot tajam dari tahun ke tahun.

Catatan panitia menunjukkan luas mangrove di Batam yang semula mencapai 11.760 hektare, kini hanya tersisa sekitar 1.700 hektare. Angka inilah yang memicu para mahasiswa menginisiasi gerakan konservasi demi menyelamatkan ekosistem pesisir yang tersisa.

“Kondisi ini menjadi alarm bagi kita semua. Hari ini kami menanam 2.000 bibit mangrove dengan teknik jarak tanam 1×4 meter,” ujar Yasri Efendi di sela-sela kegiatan.

Keseimbangan Antara Industri dan Ekologi

Wali Kota Batam Amsakar Achmad menekankan pentingnya titik temu antara kemajuan ekonomi dan kelestarian alam. Menurutnya, status Batam sebagai kota industri tidak boleh mengabaikan fungsi ekologis mangrove sebagai pelindung alami pesisir.

Amsakar, tokoh pendiri FISIP UNRIKA, mendorong mahasiswa menjadi agen informasi bagi masyarakat mengenai urgensi menjaga hutan bakau. Ia berharap mahasiswa tidak sekadar terpaku pada teori di dalam ruang kelas.

“Kita harus bijak mencari formula agar lingkungan tetap lestari sebagai titipan bagi anak cucu kita,” kata Amsakar Achmad. Ia menegaskan tantangan besar dalam menjaga keseimbangan ekologi di tengah pesatnya pembangunan kota.

Dukungan Lintas Sektor untuk Konservasi Pesisir

Penanaman di Tanjung Bemban ini turut melibatkan Yayasan Kusuma di bawah pembinaan Ismeth Abdullah. Kolaborasi lintas sektor ini diharapkan mempercepat pemulihan kawasan hijau di pesisir Nongsa yang rentan terhadap dampak perubahan iklim.

Secara teknis, mangrove mampu menyerap emisi karbon jauh lebih tinggi dibandingkan tanaman darat biasa. Akar bakau juga menjadi habitat vital bagi berbagai biota laut yang menopang mata pencaharian nelayan lokal di sekitar Nongsa.

Amsakar berharap implementasi nyata dari dunia kampus terus berlanjut secara konsisten. “Jadilah agen yang menyebarkan informasi positif dan konstruktif tentang pentingnya menjaga ekosistem di tengah masyarakat,” pungkasnya.

Bagikan
Sumber: alurnews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks