BATAM — Kepala Perwakilan BKKBN Kepri Victor Palimbong mengungkapkan pelayanan KB dilakukan secara maraton selama 23 hari, mulai 29 April hingga 22 Mei 2026. Capaian ini merupakan hasil kerja sama dengan puskesmas, klinik pratama, rumah sakit umum, praktik mandiri bidan, hingga praktik dokter di seluruh wilayah Kepri.
Dominasi Akseptor KB Pasca-Persalinan
Dari total 6.851 akseptor, pelayanan KB pasca-persalinan (KBPP) mendominasi dengan 5.313 akseptor. Sementara itu, pelayanan non-KBPP tercatat sebanyak 1.538 akseptor.
“Pendekatan ini untuk menghindari 4T, yaitu terlalu banyak anak, terlalu dekat jarak kelahiran, terlalu muda melahirkan, dan terlalu tua melahirkan,” kata Victor Palimbong di Batam, Jumat.
Kota Batam Mendominasi, Anambas Paling Sedikit
Berdasarkan data BKKBN Kepri, jumlah akseptor terbanyak berada di Kota Batam dengan 4.039 akseptor. Disusul Karimun 874 akseptor, Tanjungpinang 732 akseptor, Bintan 552 akseptor, Lingga 337 akseptor, Natuna 171 akseptor, dan Kepulauan Anambas 146 akseptor.
Metode kontrasepsi yang paling diminati masyarakat masih didominasi MKJP jenis implan, serta non-MKJP yakni suntik dan pil.
Fasilitas Pelayanan dengan Akseptor Terbanyak
Victor menyebut fasilitas pelayanan dengan jumlah akseptor terbanyak di wilayah Batam, yakni praktik mandiri bidan di Duriangkang yang melayani 122 akseptor serta Puskesmas Sei Lekop yang melayani 100 akseptor.
Layanan KB mencakup seluruh metode alat dan alat kontrasepsi, mulai dari suntik, pil, implan, Intrauterine Device (IUD), hingga metode operasi seperti tubektomi dan vasektomi.
Berapa total akseptor KB di Kepri selama HUT IBI 2026?
Total akseptor yang terlayani mencapai 6.851 orang, melampaui target awal sebesar 4.587 akseptor atau 149,36 persen.
Apa jenis layanan KB yang paling banyak diminati?
Layanan KB pasca-persalinan (KBPP) mendominasi dengan 5.313 akseptor. Metode kontrasepsi yang paling diminati adalah MKJP jenis implan, serta non-MKJP berupa suntik dan pil.
Di kota mana layanan KB paling banyak dan paling sedikit?
Kota Batam mencatat akseptor terbanyak dengan 4.039 orang, sementara Kepulauan Anambas menjadi yang paling sedikit dengan 146 akseptor.