BINTAN — Sebanyak 44 warga Bintan yang tergabung dalam Kloter 1 Embarkasi Batam mulai menjalani masa pemulihan pasca ibadah haji. Pemkab setempat memastikan mereka tidak dilepas begitu saja setelah tiba di kampung halaman.
Bupati Bintan Roby Kurniawan telah menginstruksikan Dinas Kesehatan (Dinkes) untuk mengaktifkan layanan kunjungan dokter ke rumah bagi jamaah yang mengalami keluhan kesehatan. Layanan ini berlaku selama tiga pekan ke depan.
Mengapa Jamaah Haji Rentan Sakit Sepulang dari Tanah Suci?
Kepala Dinkes Bintan Retno Riswati menjelaskan, tubuh jamaah masih dalam proses adaptasi ulang dengan iklim tropis Indonesia. Perbedaan suhu dan kelembaban yang drastis kerap memicu batuk, pilek, demam, hingga sakit kepala.
“Istirahat yang cukup juga penting untuk dilakukan setelah menempuh perjalanan panjang dan melelahkan selama di Tanah Suci,” ujar Retno dalam keterangan resmi, Selasa.
Bagaimana Cara Mendapatkan Layanan Home Care?
Jamaah yang membutuhkan perawatan tidak perlu datang ke puskesmas. Cukup menghubungi petugas haji masing-masing, yang kemudian akan meneruskan informasi ke puskesmas dan tim medis untuk berkunjung ke rumah.
“Selanjutnya, petugas haji akan menghubungi puskesmas dan tim medis untuk berkunjung ke rumah yang bersangkutan,” kata Bupati Roby.
Selain layanan medis, jamaah diimbau memperbanyak minum air putih serta mengonsumsi buah dan sayur selama masa penyesuaian iklim di tanah air.
Kepulangan Kloter 1: 445 Jamaah Tiba di Batam
Prosesi penyambutan resmi digelar di Aula Arafah I Asrama Haji Kota Batam, Senin (1/6) sekitar pukul 18.45 WIB. Seluruh rombongan mendarat di Bandara Internasional Hang Nadim Batam dalam kondisi sehat wal afiat, meski tampak letih.
Kloter 1 Embarkasi Batam tahun ini berjumlah 445 orang. Rinciannya, 44 jamaah dari Bintan, 27 orang dari Lingga, 145 orang dari Tanjungpinang, 225 orang dari Batam, dan 4 petugas kloter.
Apa Saja Gejala yang Harus Diwaspadai?
Pemkab Bintan meminta jamaah segera melapor jika mengalami demam, batuk berkepanjangan, atau kelelahan berlebih. Petugas kesehatan di Bintan telah disiagakan untuk menangani keluhan tersebut tanpa perlu antre di fasilitas kesehatan.
Langkah home care ini dinilai lebih efektif mengingat kondisi fisik jamaah yang masih lemah pasca perjalanan udara dan rangkaian ibadah yang padat di Arab Saudi.