TANJUNGPINANG — Penunjukan Kepri sebagai tuan rumah HAN 2026 menjadi momentum untuk mengangkat hak partisipasi anak di daerah kepulauan. Rangkaian acara "Main Raya Anak Nusantara" dirancang agar anak-anak tidak hanya menjadi objek seremonial, melainkan subjek aktif dalam perayaan.
Mengapa Kepri Dipilih Menjadi Tuan Rumah?
Kepri dinilai memiliki komitmen kuat terhadap pemenuhan hak anak, termasuk pengembangan ruang bermain ramah anak di berbagai pulau. Pj Gubernur Kepri sebelumnya telah menandatangani sejumlah regulasi tentang kabupaten/kota layak anak yang menjadi syarat utama seleksi tuan rumah nasional.
Pemilihan Tanjungpinang sebagai pusat acara juga mempertimbangkan aksesibilitas antar pulau. Kota ini menjadi simpul transportasi yang menghubungkan Batam, Bintan, Karimun, hingga Natuna dan Anambas.
"Main Raya Anak Nusantara": Konsep dan Target Peserta
Kegiatan utama akan berpusat di kawasan Tepi Laut Tanjungpinang. Konsep "Main Raya Anak Nusantara" menggabungkan permainan tradisional Melayu, lomba kreativitas anak, serta pameran inovasi layanan ramah anak dari masing-masing daerah.
Target peserta mencapai ribuan anak usia 6 hingga 18 tahun. Panitia menyiapkan transportasi laut gratis bagi peserta dari pulau-pulau terluar agar tak ada anak yang tertinggal dalam perayaan nasional ini.
Persiapan Infrastruktur dan Keamanan
Pemprov Kepri bersama Pemkot Tanjungpinang mulai membenahi sejumlah fasilitas umum. Taman bermain, trotoar ramah anak, dan toilet umum di titik lokasi acara akan direnovasi sebelum pertengahan 2026.
Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kepri juga menyiapkan posko pengaduan khusus anak selama acara berlangsung. Ini untuk mengantisipasi potensi kekerasan atau kehilangan anak di tengah keramaian.
Dampak bagi Warga dan Pelaku UMKM Lokal
Perhelatan nasional ini diprediksi menggerakkan ekonomi lokal. Pedagang kaki lima, pengrajin mainan tradisional, dan penyedia jasa akomodasi di Tanjungpinang akan kebanjiran pesanan.
Sebanyak 300 stand UMKM direncanakan mengisi area pameran kuliner dan kerajinan khas Kepri. Panitia memprioritaskan pelaku usaha dari kampung-kampung di pesisir untuk berpartisipasi.
Apa yang Berbeda dari HAN Sebelumnya?
Jika tahun-tahun sebelumnya HAN lebih banyak digelar di Jawa, tahun 2026 menjadi pertama kalinya Kepri menjadi tuan rumah. Ini sekaligus menjadi ajang promosi pariwisata anak dan keluarga ke provinsi kepulauan.
Pemerintah pusat melalui Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak akan mengirimkan tim asistensi teknis ke Tanjungpinang mulai awal 2026. Tim ini bertugas memastikan standar acara ramah anak terpenuhi di setiap titik kegiatan.