BATAM — BP Batam dan BRIN resmi menjalin kerja sama strategis untuk memastikan ketersediaan air bersih bagi masyarakat dan industri di Batam. Langkah ini diambil karena kondisi geografis Batam yang unik: tanpa sungai dan hutan, kota industri ini hanya mengandalkan air hujan yang ditampung di waduk.
Mengapa Ketahanan Air di Batam Mendesak?
Anggota/Deputi Bidang Kebijakan Strategis dan Perizinan BP Batam Sudirman Saad menjelaskan, inovasi dan digitalisasi pengelolaan daerah tangkapan air menjadi kebutuhan yang sangat mendesak. “Kami tidak memiliki hutan maupun sungai. Pasokan air sepenuhnya bergantung pada air hujan yang ditampung di delapan waduk,” ujarnya dalam keterangan resmi.
Menurut Sudirman, sebagai kawasan industri dan investasi yang terus berkembang, Batam membutuhkan dukungan riset agar pengelolaan sumber daya lebih efektif dan berkelanjutan. Riset dari BRIN diharapkan bisa menjadi solusi konkret untuk menjaga pasokan air di tengah pertumbuhan investasi.
10 Aktivitas Riset dalam 3 Tahun ke Depan
Direktur Kemitraan Riset dan Inovasi BRIN Asep Riswoko merinci, kolaborasi ini melibatkan tujuh riset dari lima pusat riset BRIN serta tiga unit teknis dari BP Batam. “Sebanyak sepuluh aktivitas dari enam topik utama telah dirumuskan untuk dilaksanakan dalam kurun waktu tiga tahun ke depan, berdasarkan peta jalan yang telah disusun secara bertahap,” kata Asep.
Seluruh aktivitas riset dirancang agar hasilnya bisa langsung diimplementasikan untuk mendukung pengembangan kawasan Batam. Topik yang dikaji mencakup pengelolaan energi dan sumber daya air, teknologi sirkular, industri maritim berkelanjutan, hingga industri hijau.
BRIN Jadi Think Tank untuk Industri Batam
Kepala BRIN Arif Satria menilai kerja sama ini sebagai langkah strategis untuk menjembatani kesenjangan antara hasil riset dan kebutuhan industri, yang kerap disebut valley of death. “BRIN ingin menjadi think tank bagi pemerintah dengan membantu mengidentifikasi persoalan dan menawarkan solusi berbasis teknologi,” ujar Arif.
Ia menambahkan, riset harus menghasilkan inovasi yang dapat dimanfaatkan industri dan masyarakat. “Kami berharap kolaborasi ini mampu menarik investasi yang lebih besar ke Batam,” imbuhnya.
Dampak bagi Warga dan Industri di Batam?
Bagi warga Batam, kolaborasi ini diharapkan menjamin pasokan air bersih yang lebih stabil sepanjang tahun. Selama ini, ketergantungan pada air hujan membuat pasokan rentan terganggu saat musim kemarau. Riset BRIN akan fokus pada pengelolaan daerah tangkapan air dan teknologi pengolahan air yang lebih efisien.
Bagi dunia usaha, kepastian pasokan air menjadi faktor kunci dalam menjaga kelangsungan produksi dan menarik investor baru. BP Batam menargetkan hasil riset ini bisa mendorong transformasi industri yang lebih hijau dan berkelanjutan di Batam.
Kapan Hasil Riset Bisa Dirasakan?
Seluruh aktivitas riset akan berjalan secara bertahap dalam tiga tahun ke depan. Deputi Bidang Pemanfaatan Riset dan Inovasi BRIN R. Hendrian menyatakan, berbagai potensi yang ada harus diwujudkan menjadi solusi nyata. “Kami berharap hasil riset dan inovasi BRIN dapat memberikan kontribusi nyata bagi Batam,” ujarnya.
Kolaborasi ini juga mencakup pengembangan Batam Science and Technology Park yang diharapkan menjadi pusat inovasi bagi kawasan industri di Indonesia timur.