NATUNA — Anak-anak di Pulau Laut, Kecamatan Pulau Laut, kini mendapat keterampilan dasar berenang dan pemahaman tentang keselamatan di laut melalui program yang diinisiasi Unit Siaga SAR Pulau Laut. Kepala Kantor SAR Natuna, Abdul Rahman, menyebut kegiatan ini sebagai investasi keselamatan jangka panjang bagi masyarakat kepulauan.
Materi Latihan: Gaya Bebas hingga Simulasi Alat Selamat
Dalam setiap sesi, instruktur renang dari Kantor SAR Natuna mengajarkan teknik dasar gaya bebas dan gaya dada. Para pelajar juga diperkenalkan dengan peralatan keselamatan laut, seperti pelampung dan alat apung lainnya, lalu diajak mempraktikkan penggunaannya dalam simulasi.
“Melatih keterampilan dasar berenang kepada anak-anak di wilayah kepulauan adalah investasi keselamatan jangka panjang,” ujar Abdul Rahman, Rabu (8/7/2026).
Dua Desa Jadi Lokasi Perdana, Target Diperluas
Hingga pekan ini, program telah berjalan di Desa Air Payang dan Desa Tanjung Pala. Ke depan, Kantor SAR Natuna berencana memperluas jangkauan ke desa-desa lain di Kecamatan Pulau Laut.
Seluruh pelajar yang berminat bisa mendaftar langsung melalui Unit Siaga SAR Pulau Laut tanpa dipungut biaya. Kegiatan dilaksanakan tiga kali dalam sepekan, yakni setiap Selasa, Kamis, dan Minggu.
Sinergi dengan Pemerintah Kecamatan dan Desa
Sebelum pelaksanaan, Kantor SAR Natuna berkoordinasi dengan Pemerintah Kecamatan Pulau Laut dan pemerintah desa setempat. Langkah ini ditempuh untuk memastikan dukungan penuh dari aparatur wilayah dan partisipasi aktif warga.
Membangun Budaya Sadar Keselamatan di Wilayah 3T
Pulau Laut merupakan salah satu pulau terluar di Kabupaten Natuna yang berbatasan langsung dengan wilayah utara Indonesia. Kehadiran Unit Siaga SAR di sana menjadi bagian dari komitmen negara dalam meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat terhadap potensi kedaruratan di laut.
Abdul Rahman berharap program ini tidak hanya membekali anak-anak dengan kemampuan menyelamatkan diri, tetapi juga menumbuhkan rasa cinta terhadap laut sebagai ruang hidup mereka. “Kami berharap melalui kegiatan ini, anak-anak di Pulau Laut tidak hanya memiliki keterampilan untuk menyelamatkan diri, tetapi juga menumbuhkan rasa cinta dan pemahaman yang positif terhadap laut sebagai ruang hidup mereka,” katanya.
Program ini merupakan bagian dari upaya Kantor SAR Natuna dalam memperkuat kapasitas sumber daya manusia di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T), sekaligus mendukung kebijakan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan dalam membangun budaya sadar keselamatan di masyarakat pesisir.