TANJUNGPINANG — Semangat memakmurkan masjid dan memperkuat persaudaraan sesama muslim menjadi benang merah dalam peringatan Tahun Baru Islam 1448 H yang dikemas dalam Syi’ar Muharram Masjid Aswaja. Acara yang digagas Fahmi Tamami Aswaja Kota Tanjungpinang ini berhasil menyedot perhatian puluhan peserta dari berbagai masjid dan mushalla di kota tersebut.
Lomba Azan hingga Hadroh Jadi Ajang Pembinaan Generasi Muda
Sejak pagi, pelataran Masjid Nurul Iman dipenuhi peserta yang mengikuti perlombaan keagamaan. Ada lomba hadroh antar majelis taklim ibu-ibu, lomba azan Subuh dan iqamah, serta lomba bilal Jumat. Ketua Fahmi Tamami Aswaja Kota Tanjungpinang, Mhd. Munirul Ikhwan, M.Ag., menegaskan bahwa kompetisi ini bukan sekadar adu keterampilan.
“Kami ingin menanamkan kecintaan kepada masjid sejak usia dini. Perlombaan ini menjadi media dakwah dan pendidikan agar anak-anak dan generasi muda terbiasa hadir, belajar, dan beraktivitas di masjid,” ujarnya.
Wali Kota Apresiasi Konsistensi Fahmi Tamami
Puncak acara diisi dengan tabligh akbar yang dihadiri langsung oleh Wali Kota Tanjungpinang, H. Lis Darmansyah, S.H. Dalam sambutannya, ia memberikan apresiasi tinggi kepada Fahmi Tamami Aswaja yang dinilai konsisten menghadirkan program-program berorientasi kemakmuran masjid.
“Atas nama Pemerintah Kota Tanjungpinang, saya menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Fahmi Tamami beserta seluruh panitia yang telah menginisiasi dan menyelenggarakan kegiatan Syi’ar Muharram ini,” kata Lis.
Menurut dia, peringatan Tahun Baru Islam tidak boleh berhenti pada seremoni. “Masjid harus menjadi pusat pembinaan karakter, akhlak, ilmu pengetahuan, dan persatuan umat,” tegasnya.
Kemenag Ajak Jaga Amaliah Ahlussunnah wal Jamaah
Tabligh akbar menghadirkan Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Tanjungpinang, Dr. H. Erizal, M.H. Dalam tausiyahnya, ia mengajak masyarakat terus memperkuat persaudaraan sesama muslim dan memakmurkan masjid. Ia juga menekankan pentingnya menjaga serta melestarikan amaliah Ahlussunnah wal Jamaah sebagai warisan para ulama.
Target: Masjid Kembali Jadi Pusat Peradaban Umat
Munirul Ikhwan berharap Syi’ar Muharram tidak berhenti sebagai agenda tahunan. “Kami berharap ini berkembang menjadi gerakan bersama untuk menghidupkan masjid. Masjid harus kembali menjadi pusat peradaban umat, tempat lahirnya generasi yang cinta agama, berakhlak mulia, dan mampu menjaga nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah,” ujarnya.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan penyerahan hadiah kepada para pemenang lomba sebagai bentuk apresiasi. Acara ini didukung oleh BAZNAS Provinsi Kepulauan Riau, Pemerintah Kota Tanjungpinang, BAZNAS Kota Tanjungpinang, Raja Kavling, serta Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) dan Majelis Taklim Masjid Nurul Iman.