Pencarian

Target September, Pemko Batam Tuntaskan Masalah Air Bersih di Tengah Lonjakan Migrasi

Senin, 13 Juli 2026 • 16:07:31 WIB
Target September, Pemko Batam Tuntaskan Masalah Air Bersih di Tengah Lonjakan Migrasi
Wali Kota Batam Amsakar Achmad menargetkan penyelesaian masalah air bersih pada September mendatang di tengah lonjakan migrasi ke kota tersebut.

BATAM — Wali Kota Batam Amsakar Achmad menegaskan komitmennya menyelesaikan persoalan air bersih yang menjadi keluhan utama warga, terutama di kawasan padat penduduk. Target penyelesaian bertahap ditetapkan pada September mendatang, seiring dengan percepatan penanganan banjir melalui pembangunan infrastruktur berkelanjutan.

“Selama tidak ada tugas dinas yang berbenturan serta kondisi kesehatan memungkinkan, saya akan selalu hadir,” ujar Amsakar saat menerima apresiasi dari perwakilan warga Batuampar, Zulkifli Nasution, di Batam, pekan lalu.

Zulkifli mengapresiasi gaya kepemimpinan Amsakar dan Wakil Wali Kota Li Claudia yang dinilai cepat turun ke lapangan. “Kami sangat berterima kasih karena Pak Wali Kota tidak segan turun ke lapangan untuk menyelesaikan berbagai persoalan,” katanya.

Lonjakan Migrasi Picu Krisis Air dan Lahan

Amsakar mengakui bahwa tingginya arus migrasi ke Batam memicu tantangan baru. Kebutuhan lahan, air bersih, pasokan listrik, hingga lapangan pekerjaan mengalami lonjakan signifikan dalam beberapa tahun terakhir.

“Progres ekonomi terus meningkat, angka kemiskinan menurun, serta kunjungan wisatawan terus bertambah. Tapi arus migrasi tinggi membutuhkan penataan administrasi yang lebih terukur,” jelasnya.

Pemkot Batam tengah mengkaji penerapan kartu penduduk nonpermanen sebagai bagian dari strategi penataan administrasi kependudukan. Langkah ini diharapkan mampu mengendalikan dampak migrasi terhadap infrastruktur kota.

Infrastruktur Banjir Jadi Prioritas Bersamaan

Selain air bersih, Pemkot Batam juga mempercepat penanganan banjir melalui proyek infrastruktur berkelanjutan. Kedua program ini berjalan paralel untuk menjawab keluhan warga yang selama ini terdampak genangan saat musim hujan.

“Kami mengkaji penerapan kartu penduduk nonpermanen sebagai bagian dari penataan administrasi lebih terukur,” tambah Amsakar dalam pertemuan dengan pengurus LPM Batuampar.

Warga berharap target September benar-benar terealisasi, mengingat selama ini kelangkaan air bersih kerap dikeluhkan di sejumlah kecamatan. Pemkot berjanji akan melakukan evaluasi berkala setiap bulan untuk memastikan progres distribusi air sesuai jadwal.

Bagikan
Sumber: hariankepri.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks