TANJUNGPINANG — Proyek senilai Rp19,98 miliar itu berlangsung sejak 3 Juli hingga 29 Desember 2026. Anggarannya bersumber dari dana pinjaman daerah melalui Bank Jabar Banten (BJB).
Kepala Dinas PUPRP Kepri Rodi Yantari mengatakan, selain menggeser jam kerja konstruksi, pihak manajemen RSUD RAT juga menerapkan sistem buka-tutup ruangan secara bergilir di area rawat inap lantai lima hingga delapan. Tujuannya agar proses perawatan pasien tetap berjalan aman dan nyaman.
Fokus Rehabilitasi: Lantai Satu dan Ruang Operasi
Rodi menjelaskan, prioritas rehabilitasi tahun ini adalah area pelayanan lantai satu serta ruang operasi di lantai tiga. "Pengembangan tahap berikutnya difokuskan pada penataan ruang perawatan di lantai satu, tiga, dan empat, secara bertahap," ujarnya di Tanjungpinang, Kamis.
Pekerjaan mencakup lima jenis perbaikan interior: pembenahan plafon, toilet dari lantai satu hingga sembilan, penambahan pendingin ruangan (AC), serta penataan lantai ramp hingga teras lobi rumah sakit.
Separuh Anggaran untuk Pemasangan AC Sentral Baru
Lantai satu menjadi titik pengerjaan terbesar. Porsi penyerapan anggarannya mencapai hampir 50 persen, khususnya untuk pemasangan unit dan instalasi sistem AC sentral baru. Selain itu, sistem pendingin udara Variable Refrigerant Flow (VRF) di lantai lima hingga delapan juga menjalani peremajaan menyeluruh.
"Sesuai arahan Pak Gubernur Kepri, rehab gedung RSUD RAT menjadi prioritas pemprov guna meningkatkan kualitas layanan kesehatan di rumah sakit rujukan provinsi ini," kata Rodi Yantari.
RSUD Raja Ahmad Tabib merupakan rumah sakit rujukan utama bagi warga Kepulauan Riau. Proyek rehabilitasi ini diharapkan mampu menunjang peningkatan mutu pelayanan tanpa mengorbankan kenyamanan pasien yang sedang menjalani perawatan.