TANJUNGPINANG — Sebanyak 255 siswa SMA dan SMK dari tujuh kabupaten/kota di Kepulauan Riau akan bersaing dalam Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) tingkat provinsi. Ajang ini digelar pada 23-25 Juli 2026 di Tanjungpinang.
16 Cabang Lomba dari Puisi hingga Film Pendek
Para peserta akan berkompetisi di 16 cabang lomba. Mulai dari baca puisi, cipta lagu, cipta puisi, desain poster, film pendek, fotografi, hingga jurnalistik.
Cabang lainnya meliputi instrumen solo gitar, kreativitas musik tradisi, kriya, komik digital, menulis cerita pendek, menyanyi solo putra dan putri, monolog, serta tari kreasi.
Target Kontingen Kepri: Tembus 10 Besar Nasional
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepri, Agung, menargetkan kontingen asal Kepulauan Riau bisa masuk 10 besar pada FLS3N tingkat nasional 2026. “Kami memasang target perwakilan kontingen Kepri bisa masuk 10 besar FLS3N nasional 2026,” ujarnya.
Agung mengingatkan para peserta untuk menampilkan kemampuan terbaik dan menjunjung tinggi sportivitas. Dewan juri juga diminta memberikan penilaian secara objektif dan profesional.
Seluruh Peserta Adalah Juara di Tingkat Kabupaten/Kota
Seluruh peserta yang akan bertanding di tingkat provinsi merupakan para juara FLS3N tingkat kabupaten dan kota yang berlangsung pada April hingga Mei 2026. Pemenang di tingkat provinsi nantinya akan mewakili Kepulauan Riau pada FLS3N tingkat nasional.
Agung menambahkan, FLS3N merupakan program Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah untuk mengembangkan bakat dan minat peserta didik di bidang seni budaya. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari implementasi Desain Besar Manajemen Talenta Nasional yang diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 108 Tahun 2024.
Lokasi Perlombaan Tersebar di Enam Sekolah
Pertandingan FLS3N tingkat provinsi ini tersebar di Aula Wan Seri Beni serta enam sekolah di Kota Tanjungpinang. Enam sekolah tersebut adalah SMKN 1, SMAN 1, SMAN 2, SMAN 4, SMAN 5, dan SMAN 7.
Menurut Agung, ajang ini bukan sekadar kompetisi. FLS3N menjadi ruang bagi pelajar untuk mengembangkan kreativitas sekaligus mengasah karakter. “Karakter peserta didik tumbuh melalui proses berkarya, berlatih, dan berkompetisi,” ujarnya.