TANJUNGPINANG — Kemenag Kepri memastikan momen astronomis di mana matahari tepat berada di atas Kakbah berlangsung selama dua hari berturut-turut. Fenomena ini, menurut Ahmad Husain, menjadi kesempatan emas bagi masyarakat untuk memastikan kesempurnaan ibadah salat tanpa perlu peralatan mahal.
Cara Mudah Cek Arah Kiblat Tanpa Alat Khusus
Masyarakat cukup menyiapkan benda yang benar-benar tegak lurus, seperti tiang bendera atau tongkat, lalu amati bayangannya pada pukul 16.27 WIB. Bayangan yang jatuh pada jam tersebut dipastikan mengarah persis ke Kakbah.
"Penentuan arah kiblat melalui metode ini dinilai praktis, karena tidak memerlukan peralatan khusus dan dapat dilakukan oleh masyarakat secara mandiri," ujar Husain di Tanjungpinang, Kamis.
Verifikasi di Kanwil Kemenag Kepri: Hasilnya Presisi
Sebagai bentuk keseriusan, pihaknya telah melakukan pengukuran ulang di halaman belakang Kantor Wilayah Kemenag Kepri pada Rabu (15/7) pukul 16.27 WIB. Proses verifikasi menggunakan theodolite, alat ukur optik dengan tingkat ketelitian tinggi, yang digantungkan pada bandul.
Hasil pembidikan dan perhitungan menunjukkan bahwa arah kiblat untuk Masjid Al-Khaif yang berada di lingkungan Kanwil Kemenag Kepri sudah sangat sesuai dan presisi. "Menghadap kiblat merupakan bagian penting dalam kesempurnaan ibadah salat. Maka itu, memastikan arah kiblat yang benar menjadi ikhtiar yang perlu dilakukan," kata Husain.
Imbauan untuk Rumah, Musala, Hingga Masjid
Kemenag Kepri mendorong seluruh elemen masyarakat, mulai dari pengurus rumah pribadi, musala, hingga masjid, untuk melakukan pengecekan ulang secara serentak. Langkah ini dinilai sederhana namun berdampak besar pada kekhusyukan beribadah.
Fenomena Rashdul Kiblat terjadi dua kali setahun, dan waktu kalibrasi di setiap wilayah berbeda. Untuk wilayah Tanjungpinang, waktu yang tepat adalah pukul 16.27 WIB pada kedua tanggal tersebut.