KEPULAUAN RIAU — Kehadiran Kia PV5 di Indonesia bukan lagi isu belaka. Setelah dua kali dipamerkan di IIMS 2026 dan GIIAS 2026, jejak digital van listrik ini mulai terendus lewat dokumen perpajakan kendaraan. Data Nilai Jual Kendaraan Bermotor (NJKB) mencatatkan angka Rp663 juta untuk varian PV5 EV Passenger Van 7 Seats, dengan Dasar Pengenaan Pajak Kendaraan (DPPK) sebesar Rp696,15 juta. Meski begitu, angka NJKB ini bukanlah harga jual resmi di diler, melainkan acuan administratif untuk penghitungan pajak kendaraan.
PT Kia Sales Indonesia (KSI) masih bungkam soal tanggal pasti peluncuran. Harry Yanto, VP Operation KSI, menyatakan bahwa PV5 menjadi salah satu model yang menarik untuk dihadirkan di pasar Tanah Air, namun proses studi masih berjalan.
"Untuk target peluncurannya, belum bisa kami konfirmasikan. Selain itu sistem yang masih didevelop," ungkapnya melalui pesan singkat.
Platform E-GMP.S dan Filosofi Satu Basis, Banyak Fungsi
PV5 bukan sekadar van listrik biasa. Kendaraan ini dibangun di atas platform khusus E-GMP.S (Electric Global Modular Platform for Service), turunan dari arsitektur E-GMP milik Hyundai Motor Group. Filosofi yang diusung adalah One Platform, Multiple Solutions, yang memungkinkan satu basis kendaraan disulap menjadi berbagai bentuk, mulai dari MPV penumpang, van kargo, pikap, hingga ambulans.
Untuk dimensi, versi standar memiliki panjang 4.695 mm, lebar 1.895 mm, tinggi 1.905 mm, dan jarak sumbu roda 2.995 mm. Tersedia pula varian Long dengan panjang 4.890 mm serta opsi atap tinggi yang mencapai 2.200 mm, tergantung konfigurasi yang dipilih konsumen.
Dua Pilihan Motor dan Baterai, Jarak Tempuh Hingga 412 Km
Secara global, Kia PV5 ditawarkan dengan dua pilihan powertrain listrik. Varian Standard Range mengandalkan motor bertenaga 89,4 kW atau setara 120 Hp, sementara varian Long Range menggunakan motor 120 kW atau 161 Hp. Keduanya menghasilkan torsi instan 250 Nm yang disalurkan ke roda depan (FWD).
Baterai yang digunakan berjenis lithium-ion NCM (Nickel Manganese Cobalt) dengan dua kapasitas berbeda:
- Standard Range: baterai 51,4 kWh, jarak tempuh klaim 294 km (WLTP)
- Long Range: baterai 71,2 kWh, jarak tempuh hingga 412 km (WLTP)
Sistem pengisian cepatnya memakai arsitektur 400V. Jika disambungkan ke charger berdaya 150 kW, baterai dapat diisi dari 10 hingga 80 persen dalam waktu kurang dari 30 menit.
Rekor Dunia Guinness untuk Van Listrik Bermuatan Penuh
Kemampuan PV5 tidak hanya di atas kertas. Varian PV5 Cargo Long Range berhasil mencatatkan rekor Guinness World Records untuk kategori jarak terjauh yang ditempuh van listrik dengan muatan maksimum dalam sekali pengisian daya. Rekor tersebut mencapai 693,38 km.
Pengujian dilakukan di jalan umum di utara Frankfurt, Jerman, dengan membawa muatan penuh seberat 665 kg. PV5 menempuh rute sepanjang 58,2 km yang dilalui sebanyak 12 putaran, membuktikan efisiensi energi yang solid meski dalam kondisi terbebani.
Dengan status NJKB yang sudah terbit, bukan tidak mungkin Kia akan segera membuka pemesanan PV5 di Indonesia. Namun, konsumen yang berminat masih harus bersabar menunggu kepastian dari KSI terkait jadwal peluncuran, harga resmi, dan konfigurasi yang akan ditawarkan untuk pasar lokal.