Pencarian

BP3MI Kepri Manfaatkan Migrant Center di Tiga Kampus untuk Cegah Calon Pekerja Migran Ilegal

Kamis, 27 Agustus 2026 • 20:29:31 WIB
BP3MI Kepri Manfaatkan Migrant Center di Tiga Kampus untuk Cegah Calon Pekerja Migran Ilegal
Petugas BP3MI Kepri melayani masyarakat di Migrant Center yang beroperasi di tiga kampus di Batam dan Tanjung Pinang.

Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Kepulauan Riau mengoperasikan Migrant Center di tiga perguruan tinggi di Batam dan Tanjung Pinang. Pusat informasi ini menjaring calon pekerja migran sekaligus mencegah mereka terjebak tawaran kerja ilegal.

BATAM — BP3MI Kepulauan Riau (Kepri) memperkuat ekosistem penempatan dan pelindungan pekerja migran melalui Migrant Center di tiga kampus. Layanan ini menjadi garda depan bagi masyarakat yang mencari informasi akurat sebelum bekerja ke luar negeri.

Kepala BP3MI Kepri Imam Riyadi mengatakan Migrant Center telah beroperasi di Politeknik Negeri Batam, Batam Tourism Polytechnic (BTP), dan Poltekkes Kemenkes Tanjung Pinang. Petugas BP3MI siaga setiap hari di lokasi untuk melayani masyarakat yang membutuhkan informasi detail.

Informasi Lengkap dari Peluang Kerja hingga Program SMK Go Global

Imam menjelaskan Migrant Center tidak hanya menyediakan informasi soal peluang kerja dan job order. Masyarakat juga bisa mendapatkan penjelasan mengenai berbagai program Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI), termasuk program SMK Go Global yang diluncurkan pada Rabu (27/8).

"Migrant Center ini sebagai pusat informasi. Ketika nanti dari Migrant Center melakukan publikasi informasi, di situlah mereka bisa meminta informasi detailnya. Ada petugas kami yang setiap hari berada di lokasi," katanya di Batam, Kamis.

Fungsi Migrant Center tidak berhenti pada layanan informasi. Pusat layanan ini juga digunakan untuk pelatihan peningkatan kapasitas calon pekerja migran, khususnya bagi kalangan mahasiswa.

"Sudah banyak yang berkunjung ke Migrant Center di kalangan mahasiswa, termasuk pelatihan peningkatan kapasitas SMK Go Global itu terjaring melalui Migrant Center," ujarnya.

Perluas Jaringan ke UMRAH untuk Sektor Maritim

BP3MI Kepri tengah menjajaki pembentukan Migrant Center di Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH). Langkah ini membuka peluang penempatan pekerja migran di sektor perkapalan yang selama ini belum tergarap maksimal.

"Sudah kami temui dan pihak kampus sangat mendukung. UMRAH kan merupakan kampus dengan spesialisasi di bidang maritim, dan ini juga membuka peluang untuk job order seperti able seaman dan di bidang perkapalan," kata Imam.

Kehadiran pusat informasi ini memudahkan masyarakat memperoleh informasi yang benar sebelum memutuskan bekerja ke luar negeri. Dengan demikian, calon pekerja migran dapat memahami prosedur penempatan sekaligus menghindari tawaran kerja ilegal yang kerap merugikan.

Penempatan Capai 3.095 Orang, Mayoritas ke Malaysia dan Singapura

Hingga Agustus 2026, BP3MI Kepri mencatat penempatan pekerja migran mencapai 3.095 orang. Angka ini lebih tinggi dibandingkan jumlah pekerja migran yang dipulangkan melalui proses deportasi dari Malaysia pada periode yang sama.

"Penempatan ini mayoritas ke Malaysia dan Singapura, namun ada juga yang ke Eropa, Timur Tengah dan juga Rusia," kata Imam.

Sebanyak 2.665 pekerja migran dipulangkan melalui proses deportasi dari Malaysia hingga Agustus 2026. Mereka dipulangkan terlebih dahulu ke Batam sebelum melanjutkan perjalanan ke daerah asal masing-masing.

"2.665 itu deportasi dari Malaysia semua. Bukan semuanya asal Kepri, pekerja migran yang dipulangkan berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Paling banyak dari Jawa Timur," ujarnya.

Selisih antara angka penempatan dan deportasi dinilai BP3MI sebagai capaian positif dalam memperkuat ekosistem penempatan dan pelindungan pekerja migran di Kepri. Layanan Migrant Center menjadi salah satu instrumen kunci untuk menjaga tren ini tetap berlanjut.

Follow kepriline.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: kepri.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks