NATUNA — Dari 192 perpustakaan yang tersebar di Kabupaten Natuna, baru 14 di antaranya yang terakreditasi Perpustakaan Nasional RI. Angka ini menjadi pekerjaan rumah besar bagi pemerintah daerah, terutama karena wilayah kepulauan membuat pemerataan layanan tidak mudah dilakukan.
Kegiatan yang digelar selama tiga hari, 20–22 Agustus 2026, di Gedung Perpustakaan dan Kearsipan Daerah itu diikuti 50 pustakawan dan pengelola perpustakaan, 50 kepala perpustakaan dan guru, serta 49 pegiat literasi.
Akreditasi Bukan Sekadar Predikat
Sekretaris Daerah Kabupaten Natuna Boy Wijanarko Varianto menegaskan, akreditasi merupakan instrumen untuk memastikan tata kelola perpustakaan sesuai Standar Nasional Perpustakaan. Ia mengingatkan bahwa perpustakaan bukan sekadar tempat menyimpan buku.
"Perpustakaan merupakan jantung pendidikan, pusat transfer pengetahuan, serta salah satu pilar penting dalam meningkatkan budaya dan indeks literasi masyarakat," ujarnya saat menutup kegiatan, Sabtu (22/8/2026).
Perpustakaan Daerah hingga Sekolah Jadi Sasaran
Dari total 192 perpustakaan di Natuna, rinciannya meliputi satu perpustakaan daerah, delapan perpustakaan kecamatan, 37 perpustakaan desa, 133 perpustakaan sekolah, dan 13 perpustakaan khusus. Sebagian besar belum mengantongi akreditasi.
Boy berharap dukungan Perpustakaan Nasional RI terus diperkuat melalui pendampingan, pembinaan, dan bantuan pengembangan. Ia juga meminta para peserta tidak menjadikan bimtek ini sekadar kegiatan seremonial atau formalitas untuk mendapatkan sertifikat.
Literasi Informasi Kunci Hadapi Banjir Informasi
Kepala Biro Perencanaan dan Keuangan Perpustakaan Nasional RI Edi Wiyono menekankan bahwa penguatan literasi informasi menjadi modal penting menyongsong Indonesia Emas 2045. Masyarakat perlu mampu memilah informasi di tengah derasnya arus digital.
"Literasi bukan menjadi pekerjaan satu pihak saja. Ini merupakan pekerjaan kita bersama," kata Edi.
Ia mengapresiasi antusiasme peserta yang mengikuti rangkaian kegiatan selama tiga hari. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, sekolah, guru, pustakawan, pegiat literasi, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan program ini.
Target: Perbanyak Perpustakaan Terakreditasi
Boy meminta seluruh peserta memetakan persoalan, potensi, dan peluang di lingkungan perpustakaan masing-masing. Hasil pemetaan itu kemudian disusun menjadi program perbaikan yang konkret dan berkelanjutan.
"Seraplah seluruh materi yang telah disampaikan dan implementasikan ilmu tersebut di tempat tugas masing-masing," pesannya.
Pemerintah Kabupaten Natuna berharap kegiatan serupa bisa menjadi agenda rutin tahunan. Dengan begitu, semakin banyak perpustakaan di daerah kepulauan ini yang memenuhi standar nasional dan memperoleh akreditasi.