Pencarian

Dinkes Batam Siapkan Ruang Isolasi RSUD Embung Fatimah Antisipasi Hantavirus, Belum Ada Kasus Ditemukan

Selasa, 12 Mei 2026 • 00:35:04 WIB
Dinkes Batam Siapkan Ruang Isolasi RSUD Embung Fatimah Antisipasi Hantavirus, Belum Ada Kasus Ditemukan
Dinkes Batam siapkan ruang isolasi di RSUD Embung Fatimah antisipasi hantavirus.

BATAM — Dinkes Batam tidak hanya menyiapkan ruang isolasi, tetapi juga mengaktifkan sistem pemantauan penyakit pernapasan akut. Kepala Dinkes Kota Batam Didi Kusmarjadi mengatakan pihaknya memantau tren kasus Severe Acute Respiratory Infection (SARI), ISPA, pneumonia, dan penyakit dengan gejala serupa melalui Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR).

“Kalau di pintu masuk Batam ada pemantauan dari pihak Kementerian Kelautan dan Perikanan, namun kalau dari Dinkes, kami bersiap untuk ruangan isolasi di rumah sakit,” ujar Didi saat dihubungi di Batam, Senin.

RSUD Embung Fatimah Jadi Rujukan Utama

Dinkes Batam telah menunjuk RSUD Embung Fatimah sebagai rumah sakit rujukan isolasi. Didi menyebut koordinasi dengan rumah sakit tersebut sudah berjalan untuk memastikan kesiapan tatalaksana kasus penyakit virus hanta.

“Kami melakukan koordinasi dengan rumah sakit rujukan untuk memastikan kesiapan tatalaksana kasus penyakit virus hanta. Rencana di RS Embung Fatimah,” katanya.

Tikus dan Celurut Jadi Sasaran Pengendalian

Selain kesiapan fasilitas kesehatan, Dinkes Batam juga bergerak di hulu. Petugas ditugaskan melakukan investigasi dan pengendalian faktor risiko, termasuk mengontrol populasi tikus dan celurut di pemukiman serta area pertanian dan perkebunan. Kedua hewan ini merupakan carrier utama virus hanta.

Didi mengimbau masyarakat untuk waspada, terutama saat membersihkan kotoran tikus. “Sebaiknya berwaspada, masyarakat jika membersihkan kotoran tikus misalnya, baiknya memakai masker dan alat pelindung diri lain,” kata dia.

Edukasi ke Tenaga Medis dan Warga Digencarkan

Dinkes Batam juga melakukan sosialisasi pencegahan, deteksi, dan respons penyakit virus hanta kepada tenaga medis di seluruh fasilitas pelayanan kesehatan. Pengendalian faktor risiko dilakukan melalui promosi kesehatan dan penggerakan masyarakat dengan melibatkan puskesmas, rumah sakit, organisasi profesi, hingga lintas sektor terkait.

Meski edaran kewaspadaan sudah turun dari Kementerian Kesehatan, Didi menegaskan hingga saat ini belum ada temuan kasus di Batam. “Iya, sudah ada warning juga dari kementerian untuk hantavirus ini. Namun belum ada temuan kasus kalau di edaran kementerian,” ujarnya.

Bagikan
Sumber: kepri.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks