TANJUNGPINANG — Wakil Gubernur Kepulauan Riau, Nyanyang Haris Pratamura, memastikan pengembangan budidaya rumput laut di Kabupaten Lingga masuk dalam agenda prioritas daerah. Target awal yang diajukan ke kementerian mencapai 10 ribu hektar, dengan tahap pertama seluas 5 ribu hektar.
Saat ini lahan yang sudah tersedia baru sekitar 500 hektar. Pemprov Kepri bersama kementerian terkait tengah menyiapkan perluasan secara bertahap.
Setiap Kepala Keluarga Kelola Dua Hektar, Panen Setiap 45-60 Hari
Nyanyang menjelaskan, satu kepala keluarga nantinya akan mengelola lahan seluas dua hektar. Dengan masa panen setiap 45 hingga 60 hari, produktivitas per hektar ditaksir mencapai 5 ton.
“Panen per hektarnya sekitar 5 ton. Kalau dua hektar, satu kepala keluarga bisa mendapat penghasilan sekitar Rp8 juta sampai Rp10 juta per bulan,” ujar Nyanyang di Gedung Daerah Tanjungpinang, Senin (25/5/2026).
Hilirisasi Disiapkan: Ekspor, Kosmetik, hingga Obat-obatan
Pemprov Kepri tidak hanya fokus pada budidaya. Rencana hilirisasi industri rumput laut juga telah disusun, mulai dari pengolahan hingga pemasaran ekspor.
“Pasarnya dari hulu ke hilir sudah kita siapkan. Ada untuk ekspor, kosmetik, obat-obatan hingga tepung olahan,” pungkasnya.
Wagub Nyanyang juga akan meninjau langsung potensi budidaya di Lingga. Ia dijadwalkan ke lokasi pada Selasa (26/5/2026) usai melaksanakan salat Iduladha di sana.
“Besok sore saya ke Lingga dan salat Iduladha di sana, sekalian melihat budidaya rumput laut yang menjadi ekonomi Kepri juga,” kata Nyanyang.