Pencarian

Pertamina Pasang Panel Surya di Kapal Angkut Minyak, Hemat Solar 28 Ribu Liter per Tahun

Jumat, 12 Juni 2026 • 22:10:31 WIB
Pertamina Pasang Panel Surya di Kapal Angkut Minyak, Hemat Solar 28 Ribu Liter per Tahun
Pertamina memasang panel surya berkapasitas 11,5 kWp di kapal pengangkut minyak untuk mengurangi konsumsi solar.

KEPULAUAN RIAU — Pemasangan dan pengoperasian sistem PLTS tersebut dilakukan di galangan kapal Pangkal Pinang, Bangka Belitung, pada Kamis (11/6). Kapal pengangkut minyak ini kini dilengkapi panel surya off-grid berkapasitas 11,5 kWp yang terintegrasi dengan baterai penyimpan energi (BESS) berkapasitas 32 kWh.

Energi yang dihasilkan panel surya digunakan untuk memasok kebutuhan daya mesin bantu (auxiliary engine) kapal. Alhasil, konsumsi solar bisa berkurang drastis.

Hemat Solar Setara Enam Jam Operasi Kapal

Direktur Utama PT Pertamina New & Renewable Energy (PNRE), John Anis, menjelaskan sistem ini mampu mensubstitusi kebutuhan energi hingga enam jam operasional kapal setiap harinya. "Dengan implementasi ini, konsumsi bahan bakar dapat ditekan secara signifikan," ujar John dalam keterangan resmi, Jumat (12/6/2026).

Berdasarkan perhitungan perusahaan, PLTS di OB Patra 2303 berpotensi menghemat penggunaan solar hingga 28,08 kiloliter per tahun. Langkah ini menjadi bukti bahwa energi terbarukan bisa diandalkan untuk operasional transportasi laut yang lebih ramah lingkungan.

Dedieselisasi Tak Cuma di Darat, Kini Merambah Laut

Direktur Transformasi dan Keberlanjutan Bisnis Pertamina, Agung Wicaksono, menegaskan proyek ini membuktikan bahwa pengurangan pemakaian BBM berbasis fosil bisa dilakukan di laut, bukan hanya di darat. "Pemanfaatan energi surya yang dipadukan dengan baterai menunjukkan bahwa dedieselisasi tidak hanya dapat dilakukan di darat, tetapi juga di laut. Ini menjadi bukti bahwa Pertamina siap mendukung percepatan transisi energi," kata Agung.

Proyek ini merupakan hasil sinergi antar entitas di bawah holding Pertamina. PNRE bertindak sebagai pengembang solusi energi terbarukan, PTK sebagai operator armada, dan PIS sebagai induk usaha. Kolaborasi ini memungkinkan lahirnya inovasi yang memberikan manfaat operasional sekaligus mendukung target transisi energi nasional.

Tonggak Dekarbonisasi Sektor Maritim

Direktur Perencanaan Bisnis PIS, Eka Suhendra, menilai proyek ini menjadi salah satu tonggak penting dalam strategi dekarbonisasi sektor maritim Pertamina. Menurutnya, selain penerapan perangkat penghemat energi pada armada, pemanfaatan energi surya membuka peluang baru bagi operasional pelayaran yang lebih rendah karbon. "Keberhasilan proyek ini memperlihatkan bahwa transisi energi dapat berjalan melalui kolaborasi, inovasi, dan keberanian menghadirkan teknologi baru," tutup Eka.

Proyek PLTS di kapal ini merupakan bagian dari perjalanan Pertamina menuju target Net Zero Emission 2060 atau lebih cepat. Perusahaan menargetkan penurunan emisi di seluruh lini bisnis, termasuk armada pendukung distribusi energi nasional yang selama ini masih bergantung pada bahan bakar fosil.

Bagikan
Sumber: finance.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks