Pencarian

Pansus DPRD Tanjungpinang Siapkan 769 Hektare Lahan Industri di Bukit Bestari, Incar Investor Singapura

Selasa, 23 Juni 2026 • 13:33:01 WIB
Pansus DPRD Tanjungpinang Siapkan 769 Hektare Lahan Industri di Bukit Bestari, Incar Investor Singapura
Pansus DPRD Tanjungpinang siapkan 769 hektare lahan industri di Bukit Bestari untuk menarik investor.

TANJUNGPINANG — Roda perekonomian di Kota Tanjungpinang dinilai cenderung stagnan oleh DPRD setempat. Untuk menjawab tantangan itu, dewan bersama pemerintah kota tengah menyiapkan payung hukum berupa Peraturan Daerah tentang Kawasan Industri.

“Kita harus secara jujur melihat bahwa ekonomi di Tanjungpinang ini cenderung stagnan,” ujar Ade Angga, kemarin.

Lahan 769 Hektare di Bukit Bestari untuk Galangan Kapal

Pansus yang dibentuk DPRD telah memetakan lahan di sejumlah kecamatan. Pemerintah menyiapkan lahan seluas 769,3 hektare di Kecamatan Bukit Bestari yang diperuntukkan bagi kawasan perdagangan bebas dan industri galangan kapal.

Area Dompak dipetakan secara spesifik untuk Industri Halal, Logistik, Pengolahan Makanan, Teknologi Tinggi, Manufaktur, serta Bioteknologi. Sementara itu, Kecamatan Tanjungpinang Kota menyediakan 16,39 hektare khusus untuk sektor industri perkapalan daerah.

Kecamatan Tanjungpinang Timur Siapkan Eco Industrial Park

Untuk kawasan timur kota, seluas 361,3 hektare di Kecamatan Tanjungpinang Timur direncanakan sebagai Eco Industrial Park dan kawasan pelabuhan. Ade Angga menegaskan bahwa Perda ini penting untuk memberikan kepastian hukum soal tata letak zonasi dan ketersediaan pasokan energi bagi investor.

“Paling tidak, sekarang harus mulai dikembangkan,” tambahnya.

Kendala Lahan dan Minat Investor dari Batam

Ade Angga merekomendasikan agar pemerintah daerah turut membantu proses pembebasan lahan secara bertahap, termasuk penyediaan fasilitas dasar. Sebab, investor sering menghadapi kendala kerumitan status lahan saat berurusan langsung dengan pihak ketiga di lapangan.

“Sebab, investor sering menghadapi kendala kerumitan status lahan saat berurusan langsung dengan pihak ketiga di lapangan,” imbuhnya.

Menariknya, minat investasi justru datang dari pemilik kawasan industri di Batam yang berminat membuka jaringan baru di Tanjungpinang. Hal ini terjadi karena ketersediaan lahan industri di Batam saat ini sudah semakin sempit dan mahal.

Investor Singapura Incar Relokasi Pabrik

Peluang ini juga didorong oleh gelombang relokasi industri dari Singapura. Ade Angga mengungkapkan bahwa dari jaringan rekannya di negara tersebut, banyak pengusaha yang berencana memindahkan pabrik atau industri ke luar Singapura.

“Dari jaringan teman-teman di Singapura, saat ini mereka berencana memindahkan pabrik atau industri ke luar Singapura,” ungkap Ade.

Bagikan
Sumber: hariankepri.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks